SOBAT DUNIA MAYA: religi
Headlines News :

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label religi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label religi. Tampilkan semua postingan

Foto Kebenaran Siksa Kubur

Setelah manusia meninggal dunia, maka dia akan masuk ke alam berikutnya yaitu alam kubur. Bagi manusia yang semasa hidupnya memiliki amal kebaikan yang lebih banyak dari keburukannya niscaya akan mendapat kebahagiaan di alam setelah dunia ( akhirat ).
Mengenai kebenaran siksa kubur tentu saja banyak yang tidak percaya kebenaran hal tersebut. Hal ini terjadi dikalangan umat manusia yang tidak sama sekali tidak memiliki keimanan terhadap Alloh SWT.
Sebagai bahan renungan untuk kita semua, pada kesempatan ini ane akan menampilkan beberapa foto yang menunjukkan kebenaran tentang siksa kubur.
Berikut ini ada foto seorang pemuda berusia 18 tahun yang meninggal di sebuah rumah sakit di Oman. Mayat pemuda tersebut di kuburkan di pemakaman pada hari itu juga setelah dimandikan dan dipelihara sesuai dengan ajran islam. Tapi setelah tiga jam kuburan pemuda tersebut digali kembali dan disaksikan oleh ayahnya. Hal tersebut karena sang ayah merasa ragu dengan hasil diagnosa dokter, dan menginginkan mayat tersebut di identifikasi ulang tentang penyebab kematiannya.
bukti adanya siksa kubur


sungguh terjadi perubahan yang sangat jelas pada mayat pemuda tersebut. dalam tempo tiga jam tubuh pemuda tersebut tampak menjadi seperti orang yang sudah tua dengan warna tubuh yang tampak keabu-abuan. Hal itu tentu saja membuat semua keluarga dan teman-temannya merasa sangat terkejut.
bukti adanya siksa kubur
Dengan tampak jelas bekas siksaan dan pukulan yang amat keras dan dengan tulang-tulang kaki dan tangan yang hancur begitu juga ujung-ujungnya sehingga menekan kebadannya.
bukti adanya siksa kubur


seluruh badan dan mukanya tampak luka memar dan darah yang keluar menandakan kalau pemuda tersebut telah mengalami penyiksaan yang maha hebat.
apakah hal tersebut merupakan bukti adanya siksa kubur ?
 Wallahualam bi shawab

Keyakinan Dalam Diri Manusia


tingkatan keyakinan dalam diri
Sobat maya… meskipun bulan suci Ramadhan sebentar lagi akan berakhir, pada kesempatan ini ane akan mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa bagi sobat yang sedang melakukannya.
Pada kesempatan ini ane akan membahas mengenai masalah keyakinan yang terdapat dalam diri manusia. Keyakinan menurut pendapat ane adalah ketetapan hati tentang benar atau salahnya sesuatu hal, dan perasaan itu telah berhasil menyingkirkan keraguan yang mungkin saja timbul dalam hati kita ( maaf bukan ahli bahasa )
Keyakinan itu sendiri ada tiga tahapan. Semua hal tersebut tetap berasal dari ketetapan hati, karena disitulah letaknya keyakinan.
Nah sobat mengenai tahapan masalah keyakinan silahkan anda simak di bawah ini
1.   Ilmul yaqin
Suatu keyakinan yang berasal dari sebuah teori keilmuan. Kita bias menjadi yakin tentang sesuatu hal dalam teori jika sudah dilakukan penelitian dan terbukti kebenaran tentang teori tersebut. Dalam hal ini keyakinan yang bersifat ilmul yakin, mungkin saja masih terdapat keraguan dari hati kita. Karena mungkin saja kita atau orang lain ada keinginan untuk melakukan penelitian lebih lanjut. Dan mungkin saja kebenaran teori sebelumnya akan terpatahkan oleh hasil riset lanjutan. Jadi keyakinan yang bersifat Ilmul Yaqin masih bisa bergeser dan berubah menjadi keraguan, jika kita mengetahui ada yang melakukan penelitian hal yang sama di lain tempat dan lain waktu.
2.   Ainul Yaqin
Suatu keyakinan tentang sesuatu hal yang timbul meskipun tanpa adanya pembuktian melalui riset atau penelitian. Misalnya kita menyakini tentang tata cara ibadah yang kita lakukan. Kita merasa yakin kalau tata cara ibadah kita itu benar meskipun tanpa melalui proses riset. Tapi hal ini bisa saja kita bergeser dari keyakinan yang semula kita rasakan ketika mendapat tambahan ilmu dari sumber lain. Dan kita menganggap ilmu yang baru kita dapatkan lah yang lebih baik dan lebih sempurna ( masih dalam satu aqidah ). Buktinya banyak orang yang semula menentang cara yang di lakukan orang lain, tapi pada akhirnya mereka malah beralih meyakini cara tersebut. Jika kita mengalami hal tersebut berarti keyakinan kita masih berada pada kisaran Ainul Yaqin
3.   Haqul Yaqin
Suatu keyakinan tentang sesuatu hal yang sifatnya paling atas. Kita tetap akan meyakini hal tersebut walaupun tanpa adanya riset ataupun penelitian. Keyakinan ini timbul karena adanya hidayah dari Alloh SWT, tidak akan pernah bergeser dan tidak akan pernah ada penelitian. Misalnya kita meyakini tentang keberadaan Alloh SWT dan Rukun Iman yang lain. Kita tidak meragukan hal tersebut dan tidak ada yang melakukan penelitian secara ilmiah tentang itu. Manusia yang telah memiliki keyakinan yang bersifat haqul yaqin akan berubah menjadi faqir, dan ketergantungan kepada Alloh SWT. Setelah memiliki perasaan yang bersifat haqul yaqin, maka hati nya tidak akan bergeser sedikitpun dari keyakinannya meskipun berbagai halangan dan rintangan berdatangan silih berganti.

Nah sobat maya itulah tingkat keyakinan yang ada dalam diri manusia. Ane rasa kita semua pernah mengalami hal tersebut, dari mulai ilmul yaqin, ainul yaqin, sampai haqul yaqin.
Sekian dulu postingan kali ini semoga bisa bermanfaat, dan bisa menjadikan diri kita lebih baik. Dalam hal ini ane bukan bermaksud menggurui tapi hanya sekedar berbagi. Mohon maaf bila ada kesalahan baik dari arti kata maupun penyampaian. Bila ada yang mau melakukan koreksi, silahkan saja dan akan ane terima dengan senang hati demi kebaikan kita bersama.
Terima kasih telah singgah di blog ini dan membaca artikel mengenai keyakinan dalam diri manusia.

Keadilan Tuhan Itu Tidak Ada

keadilan Tuhan
Tuhan itu gak adil, mengapa aku gak pernah merasakan kasih sayang Tuhan. Padahal aku senantiasa mendekatkan diri kepada-Nya. Sementara banyak orang yang seakan gak peduli dengan keberadaan Tuhan tapi selalu mendapatkan kasih sayang Tuhan. Hal ini terlihat dari segala sesuatu yang dia inginkan selalu dia dapatkan. sementara banyak orang yang gak pernah mendapatkan keinginannya.
sobat maya mungkin perkataan tersebut banyak terucap dari mulut manusia yang sedang merasa bimbang, putus asa, kecewa, atau kata lain yang sejenisnya.

Mereka menganggap Tuhan tidak pernah peduli dengan keadaannya, sehingga kata-kata hujatan, protes mereka lontarkan kepada Alloh SWT.

sobat maya, sesungguhnya Alloh memiliki cara tersendiri dalam menilai umatnya. percayalah bahwa Alloh itu sangat menyayangi umatnya. jangankan manusia yang sering mendekatkan diri kepada Alloh, manusia yang jauh sekalipun tentu akan mendapat kasih sayang Alloh, cuma kadarnya saja yang berbeda.
mungkin kita pernah merasa keadilan Alloh gak pernah datang kepada kita. soalnya semua yang kita harapkan tidak pernah tercapai, walaupun kita dapatkan tentu saja dengan cucuran keringat dan air mata.

Tapi apa kita tahu dan yakin bahwa Alloh memiliki cara lain dalam menyayangi umatnya.
pada kesempatan ini ane akan sedikit mengulas tentang kisah teladan pada jaman dulu.

ketika pada siang hari yang terik seorang manusia berteduh dibawah pohon besar sambil tiduran. Sesaat dia berpalilng melihat pohon labu yang sedang berbuah. Lalu dia berpikir Alloh itu gak adil kenapa pohon besar ini memiliki buah yang kecil-kecil, sementara pohon labu yang kecil memiliki buah yang sangat besar. sesaat kemudian jatuhlan buah pohon tersebut menimpa hidungnya. Sambil terperanjat dian sadar akan kekeliruan ucapannya. Kalau pohon besar ini memiliki buah sebesar buah labu tentu hidung aku akan penyok neh...

Nah sobat maya itulah Alloh, segala sesuatau yang Dia berikan kepada umatnya tentu saja tidak ada yang sia-sia.
kalau kita terlahir keduania dan pada saat ini hidup kita pas-pasan bahkan serba kekurangan  kita harus yakin bahwa kita seperti ini, sesungguhnya Alloh menyayangi kita.
Kenapa seperti itu ???
Karena kalau kita menjadi orang kaya, yang hidupnya serba berlebihan, mungkin saja kita akan menjadi orang yan berbahaya baik untuk orang lain, maupun untuk diri kita sendiri.
Begitu juga sebaliknya kalau orang yang sudah ditakdirkan hidupnya serba kecukupan, mungkin akan menjadi orang yang berbahaya, jika dia dijadikan orang yang serba kekurangan.
sobat maya, ketika kita merasa keadilan Tuhan tidak kita dapatkan, maka sesunguhnya segala sesuatau yang kita dapatkan  adalah pemberian Tuhan yang maha adil dan bijaksana.
tapi perlu kita ingan bahwa Alloh Tuhan kita, memiliki cara tersendiri dalam menyayangi umatnya.

Sekian dulu postingan kali ini, semoga bisa bermanfaat, dan kita senantiasa mendapat ridho Alloh
Terima kasih telah singgah di blog ini dan membaca artikel tentang keadilan Tuhan itu tidak ada

Fakir Merupakan Gerbang Keberkahan

fakir merupakan gerbang keberkahan
Orang fakir adalah orang yang tidak memiliki apapun dalam hidupnya, tidak memiliki penghasilan untuk mencukupi kebutuhannya. Lain halnya dengan miskin, orang tersebut dkatakan miskin, jika dia memiliki penghasilan ( kekayaan ) tapi idak dapat mencukupi kebutuhannya. Bahkan sebagian keterangan mengatakan sekalipun orang tersebut memiliki penghasilan dan mobil serta pesawat seekalipun, tapi kalau semuanya idak dapat mencukupi kebutuhan hidupnya, bisa dikategorikan orang miskin.

Tapi kita harus ingat, fakir itu telah di contohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Beliau sangat senang berada di lingkungan orang-orang fakir miskin. Kalaupun beliau mau tentu akan dengan mudah mendapatkan kekayaan yang berlimpah.

Pengertian fakir dalam ilmu hakikat, tentu saja sama dengan syariat. Kita harus yakin kalau menjadi seorang yang fakir adalah kunci dari keberkahan dalam hidup. Kalau kita ingin hidup ini penuh berkah, maka kita harus fakir.

Loh kok harus fakir ?
berarti semu harta yang kita miliki selama ini harus hilang donk ...?
kan orang fakir tidak punya apa-apa, wah ini gak bener nih.....

sobat maya... secara sepintas perkataan ane ini gak masuk akal. Tapi yang namanya keimanan itu harus yakin atas ketetapan Alloh baik yang masuk akal maupun yang gak masuk akal. Karena yang namanya ilmu Alloh itu gak semuanya dapat dicerna dengan pemahaman sepintas.

Yang harus kita ingat, raga kita ini milik siapa ?
Nyawa kita ini milik siapa ?
Harta kita ini milik siapa
Pada hakikatnya semuanya yang ada pada diri kita itu bukan milik kita sobat... apakah kita merasa memiliki semua itu, sesungguhnya kita ini hanyalah kaum-kaum fakir di hadapan Alloh SWT.

Nah itulah hakikatnya fakir menurut ilmu tasawuf. Dengan kita mengakui semua yang ada pada diri kita itu milik kita sendiri, hal tersebut sudah membuktikan kalau kita sudah sombong di hadapan Alloh. Kalau kita sudah bisa sombong di hadapan Alloh, apalagi dihadapan sesama manusia.
Padahal sombong itu adalah merupakan hal yang sangat tidak disukai Alloh, dan sudah barang tentu kehidupan kita akan jauh dari ridho Alloh. Sedangkan untuk mendapat keberkahan dalam hidup, kita harus mendapat ridho Alloh SWT.

Sobat maya... pengertian fakir adalah gerbang keberkahan disini adalah, bukan berarti kita tidak boleh kaya, bukan berarti kita tidak usah berusaha, tapi yang harus kita lakukan adalah menyerahkan semuanya kepada Alloh. Karena segala sesuatu yang ada pada diri kita itu milik-Nya. Kita jangan menganggap dapat meraih semua itu hanya dengan kekuatan tangan kita.

Nah itulah sekilas tentang fakir menurut para ulama tasawuf. Seandainya kita mampu melakukan hal tersebut dengan sepenuh hati niscaya kita akan mendapat keberkahan dalam hidup dan senantiasa mendapat ridho Alloh SWT

Sobat maya, artikel ini dibuat bukan bermaksud untuk menggurui tapi hanya sekedar berbagi dan saling mengingatkan. Jika ada sesuatu yang salah baik dari pengertian maupun penyampaian, ane mohon maaf yang sebesar-besarnya. Jika ada yang mau memberikan koreksi silahkan saja akan ane terima dengan tangan terbuka.
Sekian dulu postingan kali ini semoga bisa bermanfaat, dan semoga hidup kita bisa lebih baik dari hari kemarin, dan hidup kita dimasa yang akan datang akan lebih baik dari sekarang.
Terima kasih telah singgah di blog ini dan membaca artikel mengenai fakir merupakan gerbang keberkahan.

Ilmu Pokok Dalam Ajaran Islam

ilmu pokok dalam ajaran islam
Tuhan kita yang tidak lain dan tidak bukan adalah Alloh SWT, telah menciptakan satu hal yang bernama ilmu. Pada dasarnya ilmu diciptakan adalah untuk mengatasi sebuah kesulitan. Masalah apapun akan terasa mudah di pecahkan kalau kita menguasai ilmu nya. Misalnya kita tidak akan tahu luas dari suatu wilayah kalau kita tidak menguasai ilmu ukur, atau yang lainnya.
Begitupun dalam ajaran agama, penting sekali kita mengenal atau bahkan menguasai berbagai ilmu. Dari sekian banyak ilmu yang ada, yang menjadi dasar pokoknya ada tiga hal keilmuan.

1.   Ilmu Tauhid
Dengan kita mempelajari ilmu tauhid, diharapkan kita dapat membimbing hati untuk tidak menyekutukan Alloh. Proses pemahaman ilmu tauhid tidak dapat di lewatkan, karena itu menjadi pokok dalam ibadah. Meskipun kita tekun beribadah, tapi tidak dibarengi ilmu tauhid ( ketuhanan ) bisa kita tebak, ibadah kita untuk siapa ?
Ilmu tauhid letaknya di hati, dan itulah yang disebut keimanan.

2.   Ilmu Fiqih
Ilmu fiqih dipelajari bertujuan untuk memperebaiki syariat kita dalam ibadah. Dengan kita mempelajari ilmu fiqih, kita bisa tahu cara ibadah yang baik dan benar, kita bisa tahu tata cara bersuci yang baik dan benar, dan juga hal-hal lain yang berurusan dengan syariat

3.   Ilmu Tasawuf
Ilmu ini bergerak dalam bidang rasa. Tujuan mempelajari ilmu tasawuf adalah agar manusia bisa membersihkan hati dari segala sesuatau selain Alloh. Dengan ini kita bisa merasakan keberadaan Alloh sebagai Holiq dan kita sebagai mahkluk. Tujuan utamanya agar manusia dapat memiliki ahklak mulia sebagai mana yang di anjurkan dalam Al-Quran.

Sobat maya, dari ketiga hal pokok di atas, manakah yang lebih penting ? jawabannya sudah pasti semuanya panting dan harus di pelajari. Karena tiga unsur keilmuan tersebut adalah satu kesatuan yang disebut dengan Islam. Ketiga hal tersebut menjadi faktor yang saling menopang antara yang satu dengan yang lainnya, atau lebih umumnya disebut ilmu lahir dan ilmu batin, atau ilmu syariat dan ilmu hakikat.
Semuanya harus kita lakukan, karena jika kita hanya menjalankan syariat tanpa mengenal hakikat, maka kita akan tersesat dan tidak tahu kemana tujuan dari kita melakukan ibadah. Yang sering dialami oleh sebagian manusia adalah beribadah hanya karena menunaikan kewajiban, tanpa di dasari kebutuhan untuk mendpatkan ridho Alloh.
 Begitu juga kalau kita hanya menjalankan ilmu hakikat tanpa mempelajari syariat, maka ibadah kita akan semerawut, dan tidak beraturan. Bahkan kita bisa malas karena berpendapat seegala sesuatunya berasal dari Alloh. Yang penting kita sudah mengingat Alloh dari pagi sampai pagi lagi, lalu untuk apa melakukan sholat ? nah itu adalah pemahaman sang sangat keliru.

Sobat maya itulah sekelumit tentang tiga faktor keilmuan dalam ajaran Islam. Apabila ada yang mau melakukan koreksi silahkan saja. Ane akan terima daengan tangan terbuka.
Sekian dulu postingan kali ini semoga bisa bermanfaat. Terima kasih telah singgah di blog ini dan membaca artikel mengenai ilmu pokok dalam ajaran islam

Taubat Dan Pengampunan Alloh

taubat dan pengampunan Alloh
Manusia pasti pernah melakukan kesalahan, karena manusia tempat salah dan lupa. Mengenai kesalahan yang terjadi pada diri manusia, dapat terjadi dalam dua kemungkinan, yaitu kesalahan yang di sengaja dan kesalahan yang tidak di sengaja. Tapi sobat, baik iu disengaja atau tidak yang namanya kesalahan tetap saja salah.

Hal yang dapat menghapus kesalahan manusia adalah bertaubat dan memohon ampunan Alloh. Dalam hal taubat, pengertian secara ringkas adalah berhenti berbuat dosa. Dengan bertaubat dosa manusia sebesar apapun akan hilang, karena mendapat ampunan dari Alloh.

Taubat adalah sebuah kata yang sangat mudah untuk diucapkan tapi sangat sulit untuk dilakuan oleh sebagian orang. Kenapa sebagian orang ?
Karena bagi orang yang sungguh-sungguh dalam bertaubat tentu akan berusaha sekuat tenaga untuk melakukannya. Akhirnya jika suda terbiasa dengan kehidupan yang baru maka akan terasa ringan, karena taubatnya sudah mendapat ridho Alloh.

Apakah ada taubat yang tidak di ridhoi Alloh ?
Taubat adalah hal yang di perintahan Alloh, dan sudah pasti Alloh meridhoi orang yang taubat. Tapi yang jadi permasalahannya apakah manusia bertaubat secara total ( berhenti berbuat dosa ) atau malah kembali kepada kehidupan yang semula ( berbuat dosa ), karena tergoda oleh musuh paling utama dalam diri manusia yaitu nafsu.

Hal yang dapat membentengi manusia agar tidak tergoda oleh nafsu, dan akhirnya mendapat pengampunan dari Alloh adalah dengan melakukan dzikrulloh. Kita harus tahu bahwa dosa yang paling sering dilakukn oleh manusia adalah lupa kepada Alloh. karena manusia diperintahkan menyebut nama Alloh dari pagi sampai petang dan sampai pagi lagi. Jika hal itu sudah dapat di lakukan maka akan dapat melumpuhkan musuh terbesar dalam diri manusia yaitu nafsu, dan juga dapat membersihkan diri dari sifat-sifat tercela yang ada dalam diri manusia.
Mengenai sifat yang tercela dalam diri manusia adalah
§  sifat binatang jinak yang tercela seperti makan, minum dan tidur berlebihan, serta menggunakan waktu tanpa manfaat
§  sifat binatang buas seperti marah, mencaci, memukul, memaksa
§  sifat syaitoniyah seperti sombong, ujub, hasad, dengki, dendam dan yang lainnya.
Apabila manusia sudah bersih dari hal-hal tersebut berarti dia sudah bersih dari sumber dosa. Apabila manusia sudah bersih dari sumber dosa maka tentu saja dia sudah melakukan taubat yang sesungguhnya, dan mendapat ridho Alloh.
Manusia tidak berdaya upaya untuk melakukan apapun termasuk taubat. Karena dengan kuasa-Nya lah kita mampu melakukan semua hal. Tapi kita jangan hanya berdiam diri dan menunggu Alloh menggerakkan hati kita untuk bertaubat, melainkan kita harus tetap berusaha.

Menurut ulama ahli tasawuf, tanda seseorang telah diampuni oleh Alloh adalah manusia yang sudah tidak mampu lagi berbuat dosa. Hal ini disebabkan karena Alloh sudah meridhoi segala langkahnya, dan tidak akan membiarkan dia terjerumus kedalam lembah dosa.

Sobat maya itulah sekilas tentang taubat dan pengampunan Alloh. Semoga kita bisa menjadi orang yang bisa bertaubat secara hakikat danmendapat ampunan dari Alloh, serta mendapat ridho-Nya dalam hidup kita.

Sekian dulu postingan kali ini semoga bisa bermanfaat. Ane mohon maaf bila ada perkataan yang salah baik dalam pengertian maupun penyampaian. Dalam hal ini ane menegaskan, artikel ini bukan bermaksud untuk menggurui, tapi hanya sekedar bahan evaluasi agar kita bisa sama-sama menjadi manusia yang lebih baik.
 
Terima kasih telah singgah di blog ini dan membaca artikel mengenai taubat dan pengampunan Alloh

Belajar Mengenali Diri

belajar mengenali diri
Terkadang kita merasa bisa mengenali pribadi orang lain secara detail ataupun sebaliknya orang lain merasatelah mengetahui kepribadian kita. Tapi hal tersebut masih diragukan kebenarannya. Kita lihat saja secara sepintas, jangankan orang lain yang mengetahui siapa diri kita, sedangkan kita sendiri belum tentu mengenal diri kita.
Sobat maya, kalau pengenalan diri secara nyata mungkin semua orang bisa, tapi kalau penilaian diri secara abstrak ( hakikat manusia ) tidak semudah yang di bayangkan. Untuk dapat mengenal diri secara keseluruhan, kita memerlukan waktu yang cukup panjang. Tapi pada kesempatan ini ane akan sedikit mengulas tentang cara belajar mengenali diri sendiri
1.   Dari mana manusia berasal
Pada penglihatan secara nyata kita berasal dari rahim seorang ibu. Setelah di kandung selama Sembilan bulan lalu kita hadir di dunia ini. Secara pandangan ringkas, kita bermukim di perut sang ibu lalu lahir ke dunia yang sekarang. Tapi kalau di telusuri dan di pelajari, sebenarnya kita melewati beberapa alam sebelum sampai di alam dunia yaitu awal di ciptakan ruh manusia dialam lahut, kemudian di turunkan ke alam jabarut, lalu di turunkan kembali ke alam malakut, nah setelah melewati tiga tahapan proses baru sampai di alam mulki
2.   Tujuan manusia di ciptakan
Seperti yang tertulis jelas dalam Al-Quran, tidak semata-mata Alloh menciptakan jin dan manusia, kecuali untuk beribadah. Nah disinilah letak kelemahan manusia, terkadang kita tergelincir dari tujuan penciptaan kita sebagai mahluk Alloh. Terkadang kita sebagai manusia mengaku sebagai hamba Alloh, tapi yang sesungguhnya kita hanyalah menjadi hamba / budak  hawa nafsu
3.   Kemana tujuan akhir hidup manusia
Tujuan akhir dari hidup kita tidak lain, dan tidak bukan adalah kembali ke alam tempat kita pertama di ciptakan, yaitu alam lahut. Karena berbagai kesibukan dan alasan lain, kita terkadang lupa kemana kita akan kembali, atau bahkan bukan sekedar lupa tapi tidak peduli dengan tujuan akhir hidup kita.

Nah sobat maya, itulah sekelumit tentang pengenalan diri kita, setelah kita mengetahui tiga faktor diatas, semoga kita menjadi tahu banyak hal tentang diri kita sendiri. Dari mana kita berasal, apa tujuan kita diciptakan, apa yang harus ita lakukan, apa yang telah kita lakukan, tujuan akhir kita mau kemana.
Sobat... sesungguhnya banyak sekali rahasia yang tersimpan dalam diri kita. Dan semua itu harus kita cari tahu, sehingga kita bisa mengenal diri sendiri.
Sekian dulu postingan kali ini semoga bisa bermanfaat dan mari kita belajar mengenali diri. Dari awal sampai akhir ane mohon maaf bila ada hal yang salah, baik dari pengertian maupun penyampaian.
Terima kasih telah singgah di blog ini dan membaca artikel mengenai belajar mengenali diri
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. SOBAT DUNIA MAYA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger